Kebumen – Sate Ambal merupakan salah satu kuliner kelezatan para pemudik yang melintasi jalur Lintas Selatan Jawa (Pansela).
Seperti namanya, masakan ini berasal dari desa Ambalresmi, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen.
Pulang yang ingin menikmati cita rasa asli Sate Ambal bisa mampir langsung di Desa Ambalsari. Namun, masakan ini juga dapat ditemukan di beberapa tempat lain yang tidak berubah seperti asli Cilacap dan Yogyakarta.
Keunikan cara melakukannya
Pada terbitnya buku Pangan Lokal Kaya Protein oleh Dewi Himatul Munif dkk. Sate ambal terbuat dari daging ayam atau daging lainnya yang dipotong kecil-kecil kemudian ditusuk dan dibakar. Hidangan ini bisa disajikan dengan ketupat atau nasi hangat.
Keunikan Sate Ambal terletak pada pembuatannya dan bumbu pelengkapnya. Sebelum dipanggang, daging sate direndam terlebih dahulu dengan bumbu dan gula aren. Sedangkan bumbu pelengkapnya terbuat dari tempe yang dihaluskan dan dicampur dengan bumbu.
Saat dimasak, daging dan bumbu sate ambal biasanya disajikan dalam wadah terpisah. Kuliner ini memiliki rasa yang manis, pedas dan gurih. Bumbu-bumbu yang digunakan juga menghasilkan aroma harum yang menggugah selera.
Menurut sejarah, Sate Ambal sudah ada sejak zaman Kerajaan Mataram. Produk kuliner ini pertama kali dijual sekitar tahun 1983 oleh Demang, seorang prajurit Pangeran Diponergoro bernama Sabar Wiryo Taruno. Generasi penerus terus menjual Sate Ambal hingga saat ini.
Selain rasanya yang enak, bahan-bahan olahan Sate Ambal juga mengandung nutrisi yang baik untuk tubuh. Menurut Direktorat Gizi dan Kementerian Kesehatan, 100 gram daging ayam mengandung 18,20 gram protein, 25 gram lemak, dan 404 kkal kalori.
Tempe yang digunakan sebagai bumbu pelengkap juga mengandung protein nabati, lemak, karbohidrat, dan vitamin yang berkualitas tinggi.
Secara umum, Sate Ambal hanya bisa bertahan kurang dari 24 jam. Namun, produk sate ambal kemasan yang tersedia saat ini dapat memiliki umur simpan hingga 6 bulan.
Seperti dilansir Bisnis.com, Sate Ambal kemasan pertama kali dikembangkan oleh pasangan suami istri, Titin Agustinah dan Nurrokhman Jauhari. Keduanya menamai produk mereka Allisha.
Sate Ambal dalam kemasan dibuat dengan menggunakan teknologi tabung reaksi buatan sendiri sehingga aman untuk dikonsumsi. Produk ini juga telah mendapat persetujuan edar dari BPOM MD (Izin Edar Makanan Olahan) dan Halal MUI. Begini cara traveler menyiapkan Sate Ambal sebagai oleh-oleh.
